Sajak kehilangan
Yang gugur tak pernah kembali,
seperti daun yang lepas dari dahan sunyi.
Ia jatuh tanpa suara yang meminta,
tanpa janji untuk hidup yang sama.
Namun jangan kira ia hilang sia-sia,
sebab tanah menyambutnya dengan setia.
Dari rapuhnya yang hancur perlahan,
tumbuh kehidupan yang tak terucapkan.
Ia mungkin pergi dari pandangan,
tapi tidak dari makna dan tujuan.
Karena yang telah memberi arti,
tak pernah benar-benar mati.
Yang gugur memang tak kembali,
namun jejaknya hidup abadi—
dalam manfaat yang ia beri,
dan dalam hati yang mengerti.
Post a Comment
komentar yang sopan sopan saja